siapa sih yang gatau bang iwan? lirik-lirik lagunya ngenaa banget bukan? selain penyanyi yang TOP BGT tapi lirik lagu yang dia buat juga ga kalaah lhoo.... banyak juga lagunya bang Iwan yang tentang Negara kita ini Indonesia, tentang kehidupan di negara tercinta inih. yuuk disimaak
Sindiran kepada negara yang tidak mampu melayani kesejahteraan rakyatnya. Lagu dengan irama country ini dinyanyikan Iwan Fals dengan santai. Lirik lirik krtits dan cerdas yang terdapat didalamnya memaksa penyelenggara negara untuk melakukan introspeksi dini. Apa yang sudah diberikan negara kepada rakyatnya.
Bagi Iwan Fals dan bagi rakyat Indonesia, sudah tugas negara untuk menyediakan pendidikan gratis, kesehatan gratis, menciptakan lapangan pekerjaan serta bersikap adil dan tidak memihak golongan tertentu. Inilah syarat mutlak yang harus dilakukan negara. Dan kata Iwan Fals, kalau negara tidak bisa melakukan itu semua, lebih baik bubarkan saja negara ini.
Negara
Iwan Fals ( Album 50:50 2007 )
Negara harus bebaskan biaya pendidikan
Negara harus bebaskan biaya kesehatan
Negara harus ciptakan pekerjaan
Negara harus adil tidak memihak
Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Kenapa tidak ?
Orang kita kaya raya
Baik alamnya
Maupun manusianya
Dan ini yang kita pelajari sejak bayi
Hanya saja kita tak pandai mengolahnya
Oleh karena itu bebaskan biaya pendidikan
Biar kita pandai mengarungi samudera hidup
Biar kita tak mudah dibodohi dan ditipu
Oleh karena itu biarkan kami sehat
Agar mampu menjaga kedaulatan tanah air ini
Negara negara
Negara harus seperti itu
Bukan hanya di surga di duniapun bisa
Negara negara
Negara harus begitu
Kalau tidak bubarkan saja
Atau ku adukan pada sang sepi
Negara harus berikan rasa aman
Negara harus hormati setiap keyakinan
Negara harus bersahabat dengan alam
Negara harus menghargai kebebasan
Itulah tugas negara
Itulah gunanya negara
Itulah artinya negara
Tempat kita bersandar dan berharap
Selain Tuhan
Galang Rambu Anarki

Ini sebenarnya lagu tentang kelahiran putra pertama Iwan Fals yang bernama Galang Rambu Anarki (almarhum). Namun point ceritanya lebih fokus pada kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) yang bertepatan dengan hari kelahiran Galang.
Iwan Fals berkata dengan kenaikan harga BBM, maka kenaikah harga barang barang kebutuhan lainnya tidak dapat dihindari. Dan itulah kenyataannya. Maka tidak salah banyak orang yang tidak setuju dengan kenaikan harga BBM. Dan lucunya negeri kita adalah salah satu penghasil minyak yang logikanya harga BBM disini haruslah murah, namun hasil minyak negeri kita disedot bangsa lain dan kita dipaksa untuk membeli dari mereka....
http://www.iwanfalsmania.com/2007/04/negara.html
Galang Rambu Anarki
Iwan Fals ( Album Opini 1982 )
Galang Rambu Anarki anakku
Lahir awal Januari
Menjelang pemilu
Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
Menyambutmu
Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM membumbung tinggi
Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Mungkin bayi kurang gizi
Galang Rambu Anarki anakku
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu
Galang Rambu Anarki dengarlah
Terompet tahun baru
Menyambutmu
Galang Rambu Anarki ingatlah
Tangisan pertamamu
Ditandai BBM melambung tinggi
Maafkan kedua orang tuamu kalau
(Tak mampu beli susu)
BBM naik tinggi (susu tak terbeli)
Orang pintar tarik subsidi
Anak kami kurang gizi
Galang Rambu Anarki anakku
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Tinjulah congkaknya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu
Cepatlah besar matahariku
Menangis yang keras janganlah ragu
Hantamlah sombongnya dunia buah hatiku
Doa kami di nadimu
http://www.iwanfalsmania.com/2006/07/galang-rambu-anarki.html
Si Tua Sais Pedati
Ini lagu asik nih. Kisah tentang Sais Pedati di pedesaan. Orang-orang seperti mereka memang masih menggunakan moda transportasi seperti ini. Murah meriah dan bebas polusi. Tidak rewel dan tidak banyak perawatan. Sampai sekarang saya masih sering menjumpai pedati di daerah pedesaan, meskipun beberapa sudah ada yang menggunakan kendaraan bermotor untuk mengangkut hasil kebun mereka.
Setidaknya Iwan Fals mencoba menggambarkan bahwa moda transportasi konvensional seperti ini lebih hemat energy dan tidak mencemari alam. Bener juga, namun tentu pertimbangan waktu dan efisiensi barang bawaan juga jauh berbeda dengan mesin modern.
Si Tua Sais Pedati
Iwan Fals ( Album Sarjana Muda 1981)
Bergerak perlahan dengan pasti
Di jalan datar yang berlumpur
Sesekali terdengar geletar cemeti
Diiringi teriakan lantang
Si tua sais pedati
Gerak pedati sebentar berhenti
Tampak si tua sais pedati
Mulai membuka bungkusan nasi
Yang dibekali
Sang istri
Gerak pedati lalu jalan lagi
Singgah disetiap desa
Tanpa ragu ragu tanpa malu malu
Napas segar terhembus dari sepasang lembu
Yang tak pernah merasakan sesak polusi
Dia tak pernah memerlukan
Dia tak pernah membutuhkan
Solar dan ganti oli bensin dan ganti busi
Apalagi charge aki
Dia tak pernah kebingungan
Dia tak pernah ketakutan
Akan kata orang tentang gawatnya
Krisis energi
Gerak pedati dan lenguh lembu
Seember rumput dan geletar cemeti
Seakan suara adzan yang dikasetkan
Sementara itu sang bilal (gawat)
Pulas mendengkur
http://www.iwanfalsmania.com/2006/06/si-tua-sais-pedati.html
3 lagu dulu yaa agan-agan dan sista-sista yang kece parah. kalau udah ada waktu senggang lagi aku post selanjutnyaa :) telimikiciiw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar