Terima Kasih untuk Kamu
“Alhamdulillah Putus”.
Kata-kata itu yang aku dengar sebagai motivasi dari beliau
seorang pengusaha sukses dari tanah Madura dalam seminar edupreneurship. Aku
tak mengerti kenapa demikian. Namun, kalimat kedua yang beliau ucapkan sedikit
menjelaskan, kalimat keduanya yaitu “Ambil hikmah positif”
Ternyata aku baru paham. “Alhamdulillah” Allah telah mengirimkan
sakit hati sekarang bukan nanti ketika aku berkeluarga. Dengan dua kalimat
beliau yang terus saja menguasai pikiranku, menjadikan aku berpikir dan ingin
bersyukur serta mengucapkan rasa terima kasih saya kepada anda.
Terima kasih untuk kamu, iya kamu yang sudah melukaiku dengan
sengaja. Karena sikapmu aku jadi lebih tau apa itu artinya hidup bahagia.
Mengerti akan nikmatnya sebuah detik waktu yang pastinya akan menyesal jika
terlewati begitu saja. Pertemananlah yang aku pilih jadi pelarianku. Iklas
bukan move on. Ternyata selama ini aku baru sadar keluargalah yang selalu
ada buatku dalam kondisi apapun lalu
disusul dengan sahabat-sahabatku. Baru aku mengerti apa itu bahagia ketika aku
membuka pintu hati ini untuk menerima mereka dengan kekonyolan mereka. Aku
merasa bahagia. Sahabat yang tulus ialah keluarga kedua yang tak bisa
tergantikan lagi dalam hidupku mereka pun ikut berperan dalam kehidupan dan
kepribadianku untuk tetap semangat dan terus tumbuh dewasa. Akupun semakin
sadar akan pentingnya sebuah restu orangtua dalam sebuah hubungan. Restu kedua orangtua ialah restu
Allah. Aku pernah menentang itu dan membuktikannya bahwa pilihankulah tepat dan
ia pun berjuang untukku. Namun lamanya waktu menyadarkanku betapa pentingnya
sebuah restu dari kedua orangtua, karena dia sang Pencipta telah menitipkan
restuNya melalui kedua orangtua kita khususnya seorang Ibu. Jika ia tidak menyetujuinya maka Allah pun demikian, mungkin ini cara Allah
untuk manusia lebih bisa berpikir jernih lagi. Terkadang Allah membiarkan kita
untuk melakukan sebuah kesalahan agar kita bisa belajar dari kesalahan itu
sendiri dan menyadari bahwa memang sesuatu
itu diperuntukkan untuk kita. Namun terkadang ia mengarahkan kita untuk
mencegah kita dalam melakukan kesalahan dengan
menggunakan akal sehat dan pola pikir kita. Intinya Allah selalu memberi
yang memang sesuatu itu diperuntukkan untuk kita, menjadi milik kita dan hak
kita.
Selama ini aku mungkin salah telah menganggap bahwa dengan
pasangan aku bahagia, meski keluarga selalu membuat bahagia. Bagiku sekarang,
mencoba lagi untuk pacaran sama saja dengan memasukkan diri kepada lembah kegalauan.
Menikmati kesendirian dan yakin bahwa dia “jodohku” juga sedang sibuk
memperbaiki diri seperti aku adalah kalimat yang terus aku luncurkan ke otakku
sebagai motivasiku agar aku terus menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Sebagai seorang manusia, aku pun memiliki salah dan telah
menyusahkan. Aku ucapkan “maaf dengan setulus-tulusnya” untuk semua
kesalahanku. Memang aku tidak mampu mengitung semua kesalahan yang aku perbuat
kepadamu, bahkan mungkin ada yang hingga melukai hati. Namun, aku mohon dengan
hatimu yang tulus dan hatimu yang selama ini aku tau adalah penyayang,
maafkanlah atas tindak bodohku melakukan kesalahan terhapadmu. Dan tentunya
terima kasih, terima kasih atas pengorbananmu untuk membuat seorang anak tanpa
arah ini untuk tetap merasakan apa itu bahagia dari pengalaman-pengalaman yang
baru aku temukan tentunya. Dan mengetahui apa itu artinya sebuah kesetiaan
dalam sebuah hubungan, yang nantinya akan aku gunakan sebagai pelajaran untuk
keseriusan hidupku yang sesungguhnya.
Ketika Sendiri itu
sebuah Pilihan | dimana ketika waktuNya yang telah dipersiapkan || Bukanya
menutup diri | namun sedang memantaskan diri di waktu yg disiapkan Nya
nanti || Bukanya Jomblo akut | gak mau sama kaya orang yang ngikut ngikut || Peradaban,
zaman, dan pergaulan mengubah cepat pola fikir tentang Hati dan Perasaan |
mengikuti arus derasnya era romansa negara luar yang lebih diutamakan || Masih
banyak yang harus di fikirkan untuk kedepan | tak harus karna Satu Orang bisa
membuat diri kita galau galauan | Karna
dia yang harus Peka, perhatian, romantis, selalu ada buat kita | dan ketika
tidak sesuai dengan keinginan kita | kita dibuatnya sedih, baper, sampai terus
memikirkanya | padahal kalau ada satu orang yang sudah menyakiti kita |
berfikirlah apakah kita insanNya yang bisa disakiti oleh insan lainya || Kau
dan Aku ruh yang mesra | Sebab Allah lah yang nanti mengenalkanya ||
Sekali lagi terima kasih dan salam SUKSES. ^_^
Created by Mega Wulandari, Prilia Lukfi Anggara dan Nur Annisa Putri Piliang
Dikutip berdasarkan pengalaman dan ingin fokus untuk menjadi
wanita yang baik, sambil memperbaiki diri dan percaya akan semua ketentuanNya :-D
J semoga bermanfaat ^^
Sekali lagi terima kasih dan salam SUKSES. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar