Kamis, 11 Juni 2015

TERIMA KASIH UNTUK KAMU

Terima Kasih untuk Kamu


“Alhamdulillah Putus”.
Kata-kata itu yang aku dengar sebagai motivasi dari beliau seorang pengusaha sukses dari tanah Madura dalam seminar edupreneurship. Aku tak mengerti kenapa demikian. Namun, kalimat kedua yang beliau ucapkan sedikit menjelaskan, kalimat keduanya yaitu “Ambil hikmah positif”
Ternyata aku baru paham. “Alhamdulillah” Allah telah mengirimkan sakit hati sekarang bukan nanti ketika aku berkeluarga. Dengan dua kalimat beliau yang terus saja menguasai pikiranku, menjadikan aku berpikir dan ingin bersyukur serta mengucapkan rasa terima kasih saya kepada anda.
Terima kasih untuk kamu, iya kamu yang sudah melukaiku dengan sengaja. Karena sikapmu aku jadi lebih tau apa itu artinya hidup bahagia. Mengerti akan nikmatnya sebuah detik waktu yang pastinya akan menyesal jika terlewati begitu saja. Pertemananlah yang aku pilih jadi pelarianku. Iklas bukan move on. Ternyata selama ini aku baru sadar keluargalah yang selalu ada  buatku dalam kondisi apapun lalu disusul dengan sahabat-sahabatku. Baru aku mengerti apa itu bahagia ketika aku membuka pintu hati ini untuk menerima mereka dengan kekonyolan mereka. Aku merasa bahagia. Sahabat yang tulus ialah keluarga kedua yang tak  bisa tergantikan lagi dalam hidupku mereka pun ikut berperan dalam kehidupan dan kepribadianku untuk tetap semangat dan terus tumbuh dewasa. Akupun semakin sadar akan pentingnya sebuah restu orangtua dalam sebuah hubungan. Restu kedua orangtua ialah restu Allah. Aku pernah menentang itu dan membuktikannya bahwa pilihankulah tepat dan ia pun berjuang untukku. Namun lamanya waktu menyadarkanku betapa pentingnya sebuah restu dari kedua orangtua, karena dia sang Pencipta telah menitipkan restuNya melalui kedua orangtua kita khususnya seorang Ibu. Jika  ia tidak menyetujuinya maka  Allah pun demikian, mungkin ini cara Allah untuk manusia lebih bisa berpikir jernih lagi. Terkadang Allah membiarkan kita untuk melakukan sebuah kesalahan agar kita bisa belajar dari kesalahan itu sendiri dan menyadari bahwa memang sesuatu  itu diperuntukkan untuk kita. Namun terkadang ia mengarahkan kita untuk mencegah kita dalam melakukan kesalahan dengan  menggunakan akal sehat dan pola pikir kita. Intinya Allah selalu memberi yang memang sesuatu itu diperuntukkan untuk kita, menjadi milik kita dan hak kita.
Selama ini aku mungkin salah telah menganggap bahwa dengan pasangan aku bahagia, meski keluarga selalu membuat bahagia. Bagiku sekarang, mencoba lagi untuk pacaran sama saja dengan memasukkan diri kepada lembah kegalauan. Menikmati kesendirian dan yakin bahwa dia “jodohku” juga sedang sibuk memperbaiki diri seperti aku adalah kalimat yang terus aku luncurkan ke otakku sebagai motivasiku agar aku terus menjadi lebih baik dari sebelumnya. 
Sebagai seorang manusia, aku pun memiliki salah dan telah menyusahkan. Aku ucapkan “maaf dengan setulus-tulusnya” untuk semua kesalahanku. Memang aku tidak mampu mengitung semua kesalahan yang aku perbuat kepadamu, bahkan mungkin ada yang hingga melukai hati. Namun, aku mohon dengan hatimu yang tulus dan hatimu yang selama ini aku tau adalah penyayang, maafkanlah atas tindak bodohku melakukan kesalahan terhapadmu. Dan tentunya terima kasih, terima kasih atas pengorbananmu untuk membuat seorang anak tanpa arah ini untuk tetap merasakan apa itu bahagia dari pengalaman-pengalaman yang baru aku temukan tentunya. Dan mengetahui apa itu artinya sebuah kesetiaan dalam sebuah hubungan, yang nantinya akan aku gunakan sebagai pelajaran untuk keseriusan hidupku yang sesungguhnya. 
Ketika Sendiri itu sebuah Pilihan | dimana ketika waktuNya yang telah dipersiapkan || Bukanya menutup diri | namun sedang memantaskan diri di waktu yg disiapkan Nya nanti || Bukanya Jomblo akut | gak mau sama kaya orang yang ngikut ngikut || Peradaban, zaman, dan pergaulan mengubah cepat pola fikir tentang Hati dan Perasaan | mengikuti arus derasnya era romansa negara luar yang lebih diutamakan || Masih banyak yang harus di fikirkan untuk kedepan | tak harus karna Satu Orang bisa membuat diri kita galau galauan |  Karna dia yang harus Peka, perhatian, romantis, selalu ada buat kita | dan ketika tidak sesuai dengan keinginan kita | kita dibuatnya sedih, baper, sampai terus memikirkanya | padahal kalau ada satu orang yang sudah menyakiti kita | berfikirlah apakah kita insanNya yang bisa disakiti oleh insan lainya || Kau dan Aku ruh yang mesra | Sebab Allah lah yang nanti mengenalkanya ||
Sekali lagi terima kasih dan salam SUKSES. ^_^

Created by Mega Wulandari, Prilia Lukfi Anggara  dan Nur Annisa Putri Piliang
Dikutip berdasarkan pengalaman dan ingin fokus untuk menjadi wanita yang baik, sambil memperbaiki diri dan percaya akan semua ketentuanNya :-D J semoga bermanfaat ^^ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar