Piutang ialah clien yang muncul dari penjualan barang dagangan, penyerahan
jasa, pinjaman dana bentuk transaksi di
mana terbentuk suatu hubungan antara satu
pihak dengan pihak lain dan menimbulkan tagihan.
Jenis Piutang:
·
Piutang
usaha ( Account Receivable )
Ialah jumlah yang akan ditagih karena penjualan barang atau jasa secara
kredit. Piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar (
current asset )
·
Piutang
wesel ( Notes Receivable )
Yaitu tagihan perusahaan kepada pembuat
wesel, pembuat wesel disini adalah pihak yang telah berhutang kepada
perusahaan, baik melalui pembelian
barang atau jasa secara kredit maupun melalui pinjaman sejumlah uang. Pihak
yang berhutang berjanji kepada perusahaan (selaku pihak yang diutangkan) untuk
membayar sejumlah uang tertentu berikut bunganya dalam kurun waktu yang telah
disepakati.
·
Piutang
lain-lain ( Other Receivable )
Piutang lain-lain umumnya diklasifikasikan dan dilaporkan secara terpisah
dalam neraca. Contohnya adalah piutang bunga, piutang deviden, piutang pajak,
dan tagihan kepada karyawan.
LATIHAN SOAL
1.
31 Desember 2003 PT. Anjungan Nebula
melakukan penjualan kredit selama tahun 2003 sebesar Rp. 260.000.000 dan
pengalaman penagihan masa lalu menetapkan taksiran beban piutang ragu-ragu
sejumlah Rp. 4.800.000. jurnal penyesuaian pada akhir tahun untuk mencatat
taksiran piutang yang tertagih yang dibuat oleh PT. Anjungan Nebula adalah
sebagai berikut :
31 Des Beban Piutang ragu-ragu Rp. 4.800.000
Cadangan Piutang ragu-ragu Rp.
4.800.000
(Untuk mencatat
taksiran piutang ragu-ragu berdasarkan pengalaman penagihan masa lalu)
Saldo 260.000.000 Saldo
260.000.000
31/12 4.800.000 31/12 4.800.000
Laporan keuangan per 31
Desember 2003 akan muncul seperti ini :
LAPORAN
LABA RUGI : 2003
Pendapatan:
Pendapatan penjualan Rp.
260.000.000
Beban:
Beban piutang ragu-ragu Rp.
4.800.000
NERACA
: 31
DESEMBER 2003
Aktiva Lancar :
Piutang Dagang Rp.260.000.000
Piutang dagang bersih Rp.
255.200.000
Masih dengan Perusahaan
yang sama namun kasusnya berbeda
2.
Penghapusbukuan piutang dagang adalah
mengurangi saldo piutang dagang pelanggan menjadi nol. Ayat jurnal untuk
melakukan hal ini terdiri atas pengkreditan rekening piutang dagang dan
pendebitan rekening cadangan piutang ragu-ragu. Sebagai umpama diasumsikan
bahwa pada 16 Februari 2004 P.Tanjungan Nebula menghapusbukuan piutang dagangnya
kepada C.V.Melawai senilai Rp1.200.000,- entri jurnal untuk mencatat
penghapusbukuan piutang dagang ini adalah sebagai berikut :
16 Feb Cadangan piutang ragu-ragu Rp.
1.200.000
Piutang dagang Rp. 1.200.000
Sebelum
Penghapusan Setelah Penghapusan
Piutang Dagang Rp.
260.000.000 Rp.
258.800.000
Nilai Realisasi tunai Rp.255.200.000 Rp. 255.200.000
Dalam Pencatatan
setelah penghapusan Piutang Dagang
menjadi Rp. 258.800.000
karena Rp.260.000.000 – Rp.1.200.000 (karena
Piutang Dagang sudah dibayar sebesar Rp.1.200.000)
Dan dalam
cadangan piutang ragu-ragu
menjadi Rp.3.600.000 karena Rp 4.800.000 – 1.200.000(cadangan
piutang ragu-ragu sudah dibayar sebesar Rp.1.200.000)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar